Kumpulan Lirik Nicky Astria

Biar Semua Hilang

Akhirnya semua telah sirna
getar asmarapun pudar
di dalam dada
Dan diantara kita
t’lah tak ada rasa
saling seia sekata

Hari ini, atau esok lusa
kita kan berpisah
untuk selama-lamanya
Agar takkan lagi kurasa
duka derita hidup bersama

Reff.
Usah lagi
perpisahan jadi beban d hati
Takkan lagi
ada harapan kita tuk kembali
Biar semua hilang
bagai mimpi-mimpi
Biar semua hilang
usah kau sesali
Biar semua hilang
bagai mimpi-mimpi
Biar semua hilang
usah kau sesali

 

Bias Sinar

Ku Duduk Sendiri
Kuterpaku Digelapnya Malam
Ku Tatap Ke Depan
Semakin Gelap Celah Kehidupan

Begitu Banyak Rintangan
Yang Menghalangi Pandang Mataku
Tiada Lagi Cahaya
Yang Kan Terangi Mata Hatiku

Bias Sinar
Kapankah Kau Datang Kembali Lagi
Bias Sinar
Kan Terangi Kembali Hati Ini
Dari Kegelapan

Dari Dinginnya Malam
Membangkitkan Kenangan Yang Lama
Seakan Terasa Belai
Lembut Hangatkan Jiwa

Namun Semuanya Tlah Musnah
Laryt Bersama Dinginnya Malam
Tiada Lagi Terangmu
Yang Menerangi Lubuk Hatiku

Bias Sinar
Kapankah Kau Datang Kembali Lagi
Bias Sinar
Kan Terangi Kembali Hati Ini
Dari Kegelapan

 

Cinta Di Kota Tua

Jumpa pertama di kota tua terpaut kasih
Dan suasana hasrat ternyata timbul disana
Kota legenda kota cinta

Saat ini daku bergetar
Saat itu hati berebar ‘tuk
Pertama kuterlena

Cinta terbina dikota itu
Rumah tua jadi saksinya
Janji terucap dalam kenangan
Tampak perkasa alam nyata

Hari itu aku bahagia
Hari itu aku berbangga
Pada kasih dan alamnya

La la la
La la la

Aku bahagia
Aku bahagia

 

Jangan Ada Angkara

Saat hati tak lagi bernyanyi
Mentari seakan kian sembunyi
Kutunggu kau tak datang jua menyapaku
Kala badai gelombang mengguncang
Kandaskan hatiku yang kian bimbang
Kucoba teguhkan harapan yang tersisa
‘Tuk cintamu

Jangan lagi ada angkara
Demi damai jiwaku
Jangan lagi ada prasangka
Yang ‘kan menyiksamu
Demi cinta kita (dan resahkan jiwa)

Begitu banyak jalan berliku
Jangan luruhkan tegarnya hatimu
Dan kuatkan kembali setiap langkahmu
Bersamaku ooo

Jangan lagi ada angkara
Demi damai jiwaku
Jangan lagi ada prasangka
Yang ‘kan menyiksamu
Demi cinta kita (dan resahkan jiwa)

Biarkan damai menyapa jiwa yang luka
Biarkan cinta satukan sukma
Na na na

 

Jarum Neraka

Jarum jarum setan menghujam urat nadi
Wajahmu memucat darah membeku lagi
Kini kuterpaksa namun kutak kuasa
Dirimu terancam dalam bahaya

Jarum jarum setan bisa mencabut nyawa
Bila kau coba berhenti memakainya
Tanpa kau sadari tanpa engkau rasakan
kau bunuh dirimu secara perlahan

Tak seorangpun yang bisa bikin
Engkau berhenti
Bila lau mau yang bisa hanya
Dirimu..dirimu sendiri

Jiwamu selalu dalam bahaya
Terancam setan jarum neraka
Jiwamu terancam dalam bahaya
Terancam setan jarum neraka

Jarum neraka

 

Mengapa

Mengapa kau pergi
Mengapa kau kecewakan

Mengapa kau hancuri
Mengapa kau menghinakan

Mengapa kau sakiti
Mengapa kau melukakan

Mengapa kau memberi
Mengapa kau melupakan

Mengapa kau akhiri
Mengapa Kau Melupakan

Dengan getaran jiwa
Kukemukakan pertanyaan

Tak ingin kau pergi
Tak ingin kudikecewakan

Tak ingin cinta dinodai
Tak ingin dihancurkan

Tak ingin kudisakiti
Tak ingin kudilukakan

Tak ingin ku kau kuberi
Bila kau melupakan

Tak ingin ku di akhiri
Bila kau memuliakan dengan perasaan
Hampaku meminta jawaban

Reff#
Di kananku cinta penuh bermadu
Di kiriku racunmu
Kalimah sakti yang mana untukku
Dapat kau membuat pilihan
Agar kita dapat bersama

Kau..bisa membahagiakan menceriakan
Kau..bisa menggembirakan mempesonakan
Aku…ingin dicintaimu dan mencintai
Aku…ingin bila terjaga kau di sampingku S’lamanya

Semoga cinta bersemi
Semoga cintamu kan dekat padaku
Asmara kan mengundang
Tanpa mengira waktu bertahta di hatimu dan di hatiku

 

Misteri Cinta

Kala cinta berlabuh di dermaga
Kutelusuri karang terjal berliku
Tak perduli nasib yang melukai
Aku pasrah dalam rangkulnya

Bila cinta berlumur dusta
Aku tenggelam dalam keruhnya
Sebab dia memeri ceria
Walau dia perih menyalibku

Pedihnya kemesraan yang dalam
Ada luka karena tingkahnya
Tetes darah di atas suka cita
Adalah suka lara di atas getarnya

Aku menjadi bulan atas riaknya
Aku menjadi bintang di atas gelombang
Aku jadi segala yang diinginkannya
Untuk didamparkan di pantai ini

 

Tertipu lagi

Ku berdiri bercermin di larut malam sunyi
Setelah kau katakan takkan kembali
Rindu dendam gelisah terlukis di wajahku
Seakan tak kuasa menahan diri

Kuharapkan cintamu
Bagai bunga yang kering mengharapkan turunnya hujan
Kupercaya janjimu
Seperti kupercaya terbitnya matahari esok pagi
Kusadari diriku kini tertipu lagi
Mengapa harus terjadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *