Kumpulan Lirik Jamrud

“Ajari Aku Cara Mencintaimu”

Bukan ku tak mau
Mengucap segala kelebihanmu
Bukannya aku tak harus
Menghujani kata setia padamu
Bukan karena jenuh
Atau telah berkurang
Kasih sayang ini
Yang terasa mengering
Tanpa bunga kata

Telah berulang kali
Kusiapkan waktu yang terbaik
Untukku akan memberi
Beribu kata mesra kepadamu

Bridge:
Juga seribu mimpi
Yang mungkin terwujud
Esok atau lusa
Datang menghampiri
Kita berdua

Chorus:
Dan bila waktunya tiba
Untuk memulainya
Pastilah ku ragu
Tak sanggup ku menyusun
Semua kata-kata ini

Ajarilah aku
Bahasa cintamu
Agar mudah kuucap
Kepadamu

Ajarilah aku
Cara mencintamu
Biar kita berdua
Sejalan selamanya

Ajarilah aku
Cara mencintamu
Biar kita berdua
Sejalan selamanya

“Berakit Rakit”

Aku masih disini diatas bumi ini
Temanku makan tidur “ee” dan segalanya
Merdekalah katanya

Tapi aku tak bisa nyanyi di rumah sendiri
Tubuh pasti luka atau jadi berita
Dijemput dan menghilang

*Ini jamannya shabu-shabu
Bukan dijaman batu
Atau kisah si Rambo

Ini bukan kisah sinetron
Yang sabar slalu menang
Di akhir episode

Reff:
Berakit-rakit kita ke hulu
Berenang kita ke tepian
Bersakit dahulu
Senangpun tak datang
Malah mati kemudian

Aku tetap bernyanyi tapi hanya dihati
Biar cacing diperutku bisa tahu
Merdekalah tempatnya

“Kabari Aku”

Aku di sini, dan engkau di sana
Membentang luas samudra biru, memisahkan kita
Ingin ku, berenang ke kotamu,
Tapi pasti tenggelam dan kau sedih

Kirimi aku, kabarmu di sana,
Lewat telepon, surat, faksmili, ngobatin rinduku
Kirim juga, foto ukuran jumbo,
Biar nanti ku pajang di kamarku

Chorus:
Ngurangin beban ini
Ngurangin sesak ini
Ngurangin rasa ingin bertemu
Enggak perlu curiga,
Karna tahu kau masih,
Memegang janji yang dulu pernah kita s’pakati

Mungkin tak lama lagi, aku hadir di sana
Atau tak lama lagi, kau yang ada di sini

Aku di sini, kau ada di sana
Membentang luas samudra biru, memisahkan kita
Ingin ku, terbang bersama angin
Tapi nanti, tersesat dan kau sedih

Chorus:
Ngurangin beban ini
Ngurangin sesak ini
Ngurangin rasa ingin bertemu
Enggak perlu curiga,
Karna tahu kau masih,
Memegang janji yang dulu pernah kita s’pakati

Mungkin tak lama lagi, aku hadir di sana
Atau tak lama lagi, kau yang ada di sini

Mungkin tak lama lagi, aku hadir di sana
Atau tak lama lagi, kau yang ada di sini

“Ningrat”

Macarin Kamu
Nggak jauh beda
Dengan main ludruk
Pake nanya silsilah
Golongan darah
Ningrat atau umum
Biar ortumu seneng
Pa’de mu seneng
Bu’de mu seneng
Mbahmu juga seneng
Ku ikut aja cengar cengir
Mirip Kebo di sawah
Pa’e Bu’e ini abad baru
Bukan dunia wayang
Ngomongin darah biru
Sekarang orang ketawa
Pa’e Bu’e
Dulu Rama Shinta sekarang si Madona
Dulu Gatot Kaca sekarang John Travolta
Aku hanya ingin bercinta
Dengan kamu sendiri
Nggak perlu si anu si itu
Harus gini mesti gitu
Pasti ngapelku nggak pernah romantis
Tiap datang di sugunin keris
Mana ortumu pa’le mu bu’le mu mbahmu
Selalu ceramah
Pa’e Bu’e dulu nenteng keris
Sekarang nenteng compo
Dulu iseng nyirih
Sekarang mainin valas

“Pelangi Di Matamu”

30 menit kita disini
tanpa suara
dan aku resah
harus menunggu lama ..
kata darimu

mungkin butuh kursus
merangkai kata,
untuk bicara
dan aku benci
harus jujur padamu,
tentang semua ini

jam dinding pun tertawa,
karna kuhanya diam dan
membisu
ingin kumaki
diriku sendiri, yang tak
berkutik di depanmu

ada yang lain
disenyummu
yang membuat lidahku
gugup tak bergerak
ada pelangi
di bola matamu
dan memaksa diri
tuk bilang
“aku sayang padamu” (2x)
(seakan memaksa dan
terus memaksa)
mungkin sabtu nanti
kuungkap semua,
isi di hati
dan aku benci
harus jujur padamu
tentang semua ini

“Putri”

Putri, gadis belia yang baru melek
Jadi liar karena ingin keren
Dan dibilang…….Trendi

Putri, harusnya kamu ada di rumah
Isi P.R. atau les Fisika
Bukan di …..Diskotik

*Sgala macam kau coba asal bau USA
Dari Red Label hingga tanpa B.H.
Tingkah laku berubah serasa hidup di L.A.
Dan kau pun bangga

Putri, sayang tubuhmu koq digratisin
Hanya untuk kejar satu kata
Biar di bilang …sexi..

**Sgala macam kau suka asal bau USA
Bercinta di DRIVE In, sambil Week End
Semua teman pria mu mirip Junkis di L.A.
Dan kau pun tertawa

Reff:
Ini konyol namanya
Hampir, tak ada tujuan pasti
Jadi, apa yang kau cari
Mungkin kau wiraswasta tubuh
Atau kau nikmati sendiri

Putri, wajahmu memelas pucat pasi
Mengurung diri dalam kamarnya
Dan dibilang …..Bunting

“Telat 3 Bulan”

Malam jum’at bertemu
Di apotik pak mahmud
Kau tersenyum tersipu
Aku pura-pura malu

Dan kita mulai…
Saling Tanya jawab

Malam sabtu kujemput
Rok minimu menyambut
Kuajak kau ke laut
Lihat pemandangan bagus

Namanya laut
Angin pasti kuuenceng (wuuuzzz)
Rokmu berayun…
Naik turun

Reff :
Hei… salahkah aku yang jadi mau
Karena melihat isi dalam rokmu
Hei… kenapa kau pun mau saat kurayu
Dan kita langsung berguling bergerak bebas diatas pasir

Beberapa bulan ‘gak ketemu
Kau tampak jadi gendut
Lagi memilih susu
Di apotik pak mahmud

Kutanya kabar…
Kau malah menangis
Sambil berbisik ..

Aku telat 3 bulan

“Terima Kasih”

Lelah menghitung hari
Entah berapa lama
Kita berbagi rasa

Dan bukan hanya dalam mimpi
Kau tetap tersenyum dengan sejuta kasih
Hati ingin mengucap pasti

Reff:
Terima kasih untuk semua waktumu
Yang kau berikan sepenuhnya untukku
Kujadi tersanjung bila ada didekatnya

Terima kasihku untuk kasih sayangmu
Yang kau tanamkan seutuhnya padaku
Dan pasti kujaga semua ketulusanmu

Hari yang kita bagi
Kadang ada kesal benci dan caci maki
Tapi kau tak pernah tergoda

Jadikan alasan dendam di hati
Kasih dengarkan aku nyanyikan janji suara hati ini
Genggam semua kataku simpan di hati

Kasih kaulah bungaku di alam mimpi di alam sadarku
Masuk ke sel darahku dan setiap inci tubuh ini

“Surti – Tedjo”

Surti remaja anak bapak kades
dan si tejo jejaka baru aja mudik
berdua saling mencinta sejak lulus sd
hingga kini beranjak gede

surti sumringah arjunanya pulang
tiga tahun berpisah nyari dana di kota
mereka melepas rindu di pematang sawah
hingga malam selimuti desa

jemari tejo mulai piknik
dari wajah sampai lutut surti
tanpa sadar salrung merekapun jadi alas
mirip demo memasak
tejo mulai berakting di depan
surti masang alat kontrasepsi

surti menjerit serentak menutup matanya
surti menangis kecewa arjuna berubah

reff:

hilang tejo yang dulu ngampung, dekil, lugu tapi surti suka
berganti tejo yang gaul, yang fungky yang doyan ngucapin “embeeer”

surti berlari kayak kesurupan
dan si tejo ngelamun menahan konaknya
diacungkan jari tengah ke arah surti
penuh dendam bilang “Fuck you”

“Senandung Raja Singa”

Sabtu minggu menahan malu Dan juga derita, waduh ngga’ tahan Pipis pun
Pedih, badan meriang Gatel melulu [Gatel melulu]

Bapak Ibu ngga’ pernah nitip Perlengkapan tempur, aduhai sayang
Enaknya dikit, enaknya dikit Sakitnya lama [Sakitnya lama]

Ya tablet, ya puyer ya salep Semuanya kucoba [teng tong teng, teng tong
Teng tong teng]
Ke dokter, ke bidan, ke mantri Mereka malah ketawa

Di sana kali di sini bukit
Mengalir air berbuih
Maksud hati hanya petting
Si buyungnya minta lebih

Beli keset, beli karpet
Harus naik turun bukit
Lupa pake si jaket karet
Jadinya “anu”ku sakit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *